Korea atau Nusantara, Kamu Pilih Mana?

33 komentar

Korea atau Nusantara, Kamu Pilih Mana?

By. TPj


Analisa Positioning yang digunakan Indomie dan Mi Sedap dari Iklan yang sedang tayang (2020).


Halo sobat mikir, gimana kabarnya? Semoga senantiasa sehat selalu sekeluarga (aamiin)


Mie instan, siapa sih yang ga pernah makan makanan yang satu ini? Dengan kemudahan proses pembuatannya ditambah dengan rasa yang cocok di mulut, makanan satu ini memiliki penggemar yang luar biasa banyaknya baik dari dalam negeri hingga manca negara.


Ada beberapa merk yang sedang merajai pasar di Indonesia. Pasti sobat mikir tahu kan? Ya, mereka adalah Indomie dan Mi Sedap. Namun kali ini cakmin bukan hendak membandingkan lebih enak mana, dan bukan untuk menentukan siapa yang lebih baik. Akan tetapi cakmin hendak melakukan analisa positioning yang digunakan oleh Indomie dan Mi Sedap dari iklan yang sedang tayang sekarang ini.
 

Bagi cakmin yang pernah belajar sedikit tentang pemasaran, hal ini merupakan keseruan untuk melakukan analisa tentang pertarungan dua raksasa besar yang berusaha saling berebut pasar. Walaupun Indomie sudah merajai di ber-bagai belahan dunia. Tetapi melihat kompetitornya di dalam negeri juga tidak tinggal diam dan juga melakukan perlawanan agar pangsa pasar yang mereka miliki tidak tergerus oleh kompetitor.
 

Serasa nonton bola klub favoritmu bagi pecinta bola, atau liat moto GP dengan pembalap idolamu, atau kalau cakmin serasa liat film perang walau agak gore pastinya tapi seru melihat bagaimana strategi dan intrik yang dilancarkan untuk mengalahkan musuh.

Positioning

Sebelum masuk semakin jauh, kita samakan dulu ya pemahaman kita tentang positioning. Menurut pakde Kotler sederhananya Positioning adalah bagaimana produk kita di benak konsumen. Semisal nih, ketika cakmin liat motor Honda yang cakmin tangkap adalah motor irit. Nah seperti itu sob.

Sehingga, mengapa positioning ini penting? Ini sangat erat dalam dunia usaha, baik usaha dalam artian dunia bisnis juga nanti bisa digunakan sebagai usaha mencari jodoh (eh) tapi beneran kok bisa. Soalnya nih ya sob, positioning ini erat hubungannya tentang bagaimana kita untuk mendapatkan pasar yang kita target, agar produk yang kita miliki dapat dipilih oleh pasar.

Berdasarkan rangkuman dari laman jurnal.id positioning bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa target sasaran, yaitu:

a.    Kategori Produk

Strategi ini dilakukan ketika produk kita adalah yang pertama atau bahkan yang terbaik di kategorinya. Seperti cakmin ketika kecil ketika disuruh beli air minum dalam kemasan akan bilang “beli akua yang klup” karena kategori AMDK sudah dipegang oleh merk Akua saat itu
 

b.    Menurut Pesaing

Strategi ini cenderung menjawab apa yang menjadi kelemahan kompetitor. Pernah ga sobat mikir dengar “sarapan itu dimakan bukan diminum” hal ini muncul karena kompetitor menggunakan “minum makanan bergizi”

c.    Manfaat Produk

Seperti yang tertulis di atas, strategi ini berfokus karena manfaat produknya berbeda dengan kompetitor yang sudah ada. Contohnya : menghilangkan sakit kepala tanpa kantuk

d.    Attribut Produk

Attribut adalah semua hal yang melingkupi produk, semisal packaging, warna, tulisan, label dls. Contoh yang menggunakan attribut di Indonesia mi yang diseduh dalam gelas.

e.    Harga & Kualitas Produk

Untuk variabel ini pasti sobat mikir sudah pada tahu, mana merk yang branded dan bukan, umumnya yang branded memiliki harga dan kualitas produk yang tinggi.

f.    Menurut Pemakainya

Strategi ini menggunakan ikon atau brand ambassador, wajah pengiklan atau pemakai.

Lah, produk ini ada lebih dari satu di penjelasan di atas, berarti bisa dua dong atau lebih? Iya bener, sah-sah aja sebuah perusahaan berusaha untuk melakukan positioning dari produk yang mereka miliki. Namun karena positioning ada di benak konsumen, konsumen-lah yang menentukan produk tersebut seperti apa, karena pemilik usaha hanya bisa menggiring kesan yang ingin ditampilkan dari produk yang dimiliki.

Iklan Mie yang Kita Bahas

Mi Sedap

Dimulai akhir 2019 brand ini sudah mulai memanfaatkan Korean Wave (demam Korea) yang sudah menjamur di Indonesia. Dari sinilah Mi Sedap mulai menggandeng Choi Si-Won sebagai wajah produk ini dan menggunakan tagline “Korean Spicy Chicken” dalam upaya menggaet pasar yang jumlahnya sudah mulai banyak di Indonesia.

 



Hingga versi yang terakhir sekitar bulan Juni hingga sekarang, juga tetap menggunakan tagline dan brand ambassador yang sama. Walaupun berbeda produk dengan memperkenalkan cup noodle-nya.
Sehingga dari tag-line dan brand ambassador inilah, cakmin menyimpulkan bahwa positioning yang di angkat oleh Mi Sedap adalah mie yang Korea banget. Jadi kalau kamu demen Korea, wajib coba mie yang satu ini.




Indomie

Menjadi pelopor mi instan yang sudah ada bumbu di dalamnya, memang Indomie tetap kokoh mempertahakan statusnya sebagai market leader. Dilansir dari Top Brand Index (TBI) 2020. Indomie meraih indeks 70,5% dan Mi Sedap 16,0%. Walau sudah di atas, ternyata Indomie tidak rela jika posisinya digeser walau sedikit oleh kompetitornya. 


Dengan menggunakan tagline “indomie seleraku” ditambah dengan iklan yang ditampilkan adalah varian rasa yang benar-benar makanan yang sudah umum di masyarakat Indonesia, seperti Ayam Geprek, Seblak, Mie Aceh, Rendang. Hal ini juga ditunjang dengan aktor atau pengiklan juga tetap menggunakan wajah pribumi, bahkan dari beragam suku menurut cakmin. Hal ini semakin memperkuat bahwa Indomie sedang berusaha untuk menunjukkan bahwa ini adalah "selera Nusantara"


Coba sobat mikir perhatikan, di kemasan produk barunya yang juga “kebetulan” sama-sama mengusung rasa pedas ini. Di kemasan produk ini menggunakan kalimat “Hype Abis”. Kalimat pendek ini juga merupakan usaha Indomie untuk menggiring pasar spesifik yaitu anak muda. Dimana mereka tidak rela kehilangan pasar anak muda, karena yang terkena demam Korea umumnya adalah anak muda.


Kesimpulan

Dari uraian data dan analisa diatas, menurut cakmin pertarungan ini akan selalu menjadi pertarungan yang seru untuk disimak, dari Indomie kita belajar bahwa kita tidak boleh pernah puas atas apa yang terjadi sekarang. Bisa jadi musuh yang sepertinya kecil jika tidak ada penanganan sedari dini, mereka akan dapat membalik keadaan dan mengalahkan kita kelak.

Kita juga dapat belajar dari Mie Sedap, bahwa tidak ada kata menyerah untuk memperjuangkan sesuatu, seperti aku yang akan selalu memperjuangkan kamu. Eaa.

Related Posts

33 komentar

  1. setelah baca tulisan ini, aku tetep tim indomie..

    BalasHapus
  2. Kalau aku tetep tim Mie Sedap sih dari dulu. Bukan karena Choi Siwon jadi brand ambasadornya, tapi karena porsinya banyak :D

    BalasHapus
  3. Indomie doong, dengan rawit yang banyak dan telur setengah matang. Duuh, syedaaapppp

    BalasHapus
  4. Aku bucinnya indomie yg sedikit meleng ke mie sedap gara gara emang enak sih

    BalasHapus
  5. Berasa lagi kuliah pemasaran. Tapi bahasanya asik, nggak mbosenin baca dari awal sampai akhir.
    Btw, Aku suka siwon, tapi aku tetap "Indomie seleraku... " Hehehe

    BalasHapus
  6. Epic banget artikelnya.

    Sekali lagi, panggilan buat pembaca "sobat mikir" cocok, karena beneran dibuat mikir saat tenggelam dalam bacaan ini.

    Penilaian yang objektif juga selingan yang mempersegar suasana patut diacungi jempol.

    Kereeeeen

    BalasHapus
  7. Aku pilih indomie ajah, tapi kalo lagi kangen choi-siwon aku makan mie sedap haha

    BalasHapus
  8. Sama - sama enak, tapi lebih seneng mie sedapnya

    BalasHapus
  9. Ngalir banget bacanya, gak nyangka persoalan 'mie' bisa ditulis semenarik dan seasik ini untuk dibaca.
    But, aku tetap tim mie sedap, karena yang tersedia di rumah selalu mie sedap hhaa

    BalasHapus
  10. Epic banget artikelnya.

    Sekali lagi, panggilan buat pembaca "sobat mikir" cocok, karena beneran dibuat mikir saat tenggelam dalam bacaan ini.

    Penilaian yang objektif juga selingan yang mempersegar suasana patut diacungi jempol.

    Kereeeeen

    BalasHapus
  11. Tim Indomie nih kak. Lebih suka yang lokal dari pada produk luar 😊

    BalasHapus
  12. Entah kenapa ya kak, kalau setiap beli mie, yang ditanya selalu "Beli indomienya dong", dan rasanya pun lebih enak indimie ... Kenapa ya aku tuh gak bisa berpaling hati dari indomie ini 😁 makin cinta sama indomie nih abis baca tulisan kakak.

    BalasHapus
  13. Aku bukan tim siapa-siapa. Sudah lama mengurangi makan mi. Tapi kalau mau beli mi. Iya indomie hype abis. Hehehe

    Paragraf terakhir keren.

    BalasHapus
  14. Dan sampai sekarang aku masih tetap memilih Indomie karena "Indomie Seleraku" wkwkkwk

    BalasHapus
  15. Ilmu baru :v
    Makasih, Kak ilmunya..
    Tp sayang aku bukan tim indomie maupun mie sedap

    BalasHapus
  16. Aku team indomie so much, tp untuk menemani drakoran, tetep butuh sentuhan Sedapnya Siwon haha

    BalasHapus
  17. Indomie seleraku , bukan nyanyi ini tuh

    BalasHapus
  18. keren artikelnya kak, btw aku tetep tim indomie sihh, hahah

    BalasHapus
  19. Lha, saya baca ini malah pengen makan mi instan.

    BalasHapus
  20. Indomie tak tergantikan sih. Indomie tetap seleraku.
    Karena saya sih tetap mendahulukan kualitas rasanya, bukan BA-nya. Kan yang dimakan Mie-nya haha

    BalasHapus
  21. Baik indomie maupun mie sedap, saya tetap makan mie sesekali saja. Hahaha. Nggak terlalu doyan. Nggak ngaruh juga itu ambassadornya siapa 😂

    BalasHapus
  22. Aku sih netral antara indomie ataupun mie sedap sama sama mie instan.

    BalasHapus
  23. Makan mie nya kebetulan rata-rata sebulan sekali

    BalasHapus
  24. Artikelnya bagus banget kak, bahasnya pas banget 👍🏻. Kalau ditnya tim mana saya mah indomie aja, cinta indonesia hehe ^_^

    BalasHapus
  25. Untuk masalah positioning, Indomie tidak hanya bermain di dalam negeri saja, tetapi juga sudah bermain di skala internasional. Contohnya Indomie Goreng dan Indomie Kari Ayam bahkan sudah mempergunakan bahasa negara tersebut di komposisi Ingredients nya. Biasanya kita aka temukan Indomie di toko Asia tetapi juga di Amazon (untuk di negara tempat saya tinggal).

    BalasHapus
  26. Baca ini seru banget sih, karena lagi pengen belajar tentang branding. Banyak poin-poin yang bisa digaris bawahi untuk strategi bisnis pribadi

    BalasHapus
  27. Kalo belanja tetep sebutnya indomi haha. Saya biasanya bilang indomi sedap wkwk

    BalasHapus
  28. Apapun ... tetap mie instan ..😁😁😁 enak dimanapun ... diapapaun dengan siapapun ... meski aku tukang halu aku gak mungkin miluh sedap
    .. semia mie okey

    BalasHapus
  29. sumpah sukak banget sama cara nulis dan kontennya. terus bikin konten-konten berisi yang kaya gini ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woo... Tak semudah itu ferguso. Penuh perjuangan dan air mata ini (halah). Walau gitu, tapi cakmin akan tetap berusaha se-idealis ini nantinya.

      Hapus
  30. Seneng banget baca artikelnya. Jujur sampai hari ini aku masih selera nusantara. Beli bungkusan rasa khas nusanyara juga ueenaakkkk

    BalasHapus
  31. ga kepikir sih kalo membanding-bandingkan dua hal begini bisa jadi bahan nulis :)) tulisannya juga seru, menambah insight. Keep the thumbs up!

    BalasHapus

Posting Komentar